Translate
Jumat, 10 Februari 2017
Pride and Prejudice (2005)
Para penggemar karya Jane Austen pasti sudah tidak asing dengan Film Pride and Prejudice yang diangkat dari novel yang berjudul sama dengan filmnya, film ini menyedot perhatian banyak orang dan memperoleh rating yang cukup tinggi.
Awalnya aku sama sekali gak ngerti tentang film ini, apalagi aku bukan tipe orang yang menyukai film bergenre romance, tapi lebih ke horror dan fantasy. Once upon a time, sepupuku lagi nonton film ini yang udah berkali-kali dia bilang bagus dan aku tetap gak tertarik, hingga akhirnya waktu itu aku gabut terus nyoba nonton, dan hasilnya ? suka banget ! dari mulai tokoh-tokohnya, alurnya, dan jalan ceritanya, pokonya bagus banget menurut aku, Tapi cuman satu yang jadi minus film ini, endingnya kurang greget gituuu. Cuman buat kalian yang emang suka sama genre romance, harus nyoba nonton film ini, harus.
Elizabeth Benneth adalah putri kedua dari pasangan Mr. Bennet dan Mrs. Bennet yang mempunyai 5 orang anak perempuan yang hidup di abad 19, Elizabeth atau yang biasa dipanggil Lizzie adalah seorang gadis keras kepala yang sarkastik dan penuh dengan prasangka, sedangkan ibunya, Mrs. Benneth adalah seorang wanita yang gila harta dan mempunyai obsesi untuk menikahkan putrinya dengan bangsawan kaya.
Suatu hari, diadakan sebuah pesta dansa yang dihadiri oleh bangsawan tampan dan kaya bernama Mr. Bingley yang baik hati, naif dan mempunyai penghasilan 5.000 pond per tahun yang akhirnya jatuh hati pada Jane Benneth yang tidak lain adalah kakak Lizzie atau putri pertama dari keluarga Benneth yang paling cantik diantara semua saudaranya, ia mempunyai sifat yang sama baiknya dengan Mr. Bigley, sangat baik dan lembut hingga Lizzie menganggapnya naif.
Bukan hanya Mr. Bingley yang datang ke pesta dansa tersebut, sahabatnya yaitu Mr. Darcy juga datang, ia adalah seorang lelaki yang memiliki penghasilan 10.000 pond per tahun, namun tidak seperti Mr. Bingley yang diperebutkan wanita-wanita dan beberapa kali berdansa, Mr. Darcy tidak berdansa sama sekali kecuali dengan Miss Bingley yang sudah ia kenal sejak dulu, semua orang terlalu takut untuk mendekatinya karena Mr. Darcy yang sudah terkenal dengan kesombongan, kearoganan dan kedinginannya membuat siapapun menjadi mundur walaupun hartanya sangat berlimpah.
Pertemuan Mr. Darcy dan Lizzie tidak cukup baik, walaupun akhirnya mereka berdansa bersama, tetapi Lizzie yang membenci kesombongan Mr. Darcy, dan Mr. Darcy yang tidak menyukai prasangka Lizzie. Suatu hari datang pasukan tentara yang mampir di kota mereka selama beberapa bulan, dan seorang dari pasukan tersebut bernama Wickam yang tampan, gagah, sopan dan mempesona, Lidia dan Kitty yang notabennya adik dari Lizzie terpesona dengan Williem dan mencoba untuk terus mendekatinya, namun pada akhirnya Wickam mendekati Lizzie. Hingga di suatu waktu, ketika Lizzie dan saudari-saudarinya berjalan-jalan berserta dengan Williem, mereka tidak sengaja bertemu dengan Mr. Darcy dan Mr. Bingley, Wickam menunjukkan ekspresi aneh yang menangkap perhatian Lizzie dan mencoba mengorek cerita di antara mereka dan mendapati bahwa Mr. Darcy adalah seseorang yang kejam, ia telah merebut warisan dan mengusir Wickam dari rumanya padahal mereka dulu seperti saudara karena Wickam dulunya telah diangkat sebagai anak oleh ayah Mr. Darcy. Hal ini membuat Lizzie yakin bahwa Mr. Darcy bukanlah seseorang yang baik.
Kesedihan menghampiri Jane, hubungan Jane dengan Mr. Bingley tidak berjalan mulus, karena keluarga Mr. Bingley tiba-tiba pergi dari kota mereka tanpa mememberikan pemberitahuan, hanya sepucuk surat yang diterima oleh Jane dari adik Mr. Bingley, hal ini memberikan kesedihan yang mendalam pada Jane, hingga ia harus ikut bersama bibi nya sementara waktu untuk melupakan kesedihannya. Sementara itu, ketika Jane pergi ketempat teman baiknya yang baru saja menikah dengan sepupunya, Mr. Collin (sepupu Lizzie yang pernah melamar Lizzie tetapi ditolak) untuk beberapa hari, disana ia bertemu dengan Lady Catherine de Bourgh, seorang wanita bangsawan kaya raya yang ternyata adalah bibi dari Mr. Darcy, dan setelah pertemuan itu keduanya menjadi semakin dekat.
Namun muncul masalah ketika Lizzie mengetahui kebenaran bahwa karena Darcy lah Bingley meninggalkan Jane, yang ternyata adalah sebuah kesalahpahaman karena Darcy mengira Jane tidak menyukai Bingley, sementara Bingley sangat mencintai Jane, Darcy tidak ingin sahabatnya itu terluka, apalagi mereka sebenarnya sudah tahu mengenai watak Mrs. Benneth yang tergila-gila dengan harta, dan karena alasan itulah kebencian Lizzie menjadi kembali dan memuncak, kemudian ia menolak saat Darcy mengungkapkan cintanya.
Namun kebenaran terungkap saat pada keesokan paginya ia menerima surat yang berasal dari Darcy yang ingin meluruskan 2 masalah yang berhubungan dengan hubungan kakaknya dan juga tentang Wickham yang ternyata tidak sebaik yang ia kira, justru Darcy lah yang menjadi korban akan kehausan harta. Wickham yang juga pernah membujuk adik Mr. Darcy, Georgiana yang saat itu masih belasan tahun untuk lari bersamanya atas daasar cinta, yang pada kenyataannya hanyalah karena warisan yang dimiliki Georgiana. Setelah membaca surat dari Darcy, Lizzie pun pergi untuk mencari Darcy, namun apa daya yang ternyata Darcy telah meninggalkan tempat itu di pagi buta, dan meyisakan Lizzie dengan penyesalannya akan prasangka yang telah dimiliknya.
Setelah beberapa waktu berlalu, Lizzie dan Jane kembali ke rumah mereka, dan kini giliran Lizzie yang pergi bersama bibi dan pamannya ke kota lain, di tengah perjalanan, mereka berhenti di banyak tempat indah dan sampai pada akhirnya berhenti untuk mengunjungi sebuah rumah megah nan milik seorang bangsawan yang dibuka untuk umum yang ingin melihat-lihat. Lizzie bersama dengan bibi dan pamannya pergi melihat-lihat rumah yang penuh dengan seni itu, dan dipandu oleh seorang pelayan rumah, akan tetapi sesampainya di ruangan tempat patung seni, Lizzie terkejut ketika melihat sebuah patung yang pahatannya sangat mirip dengan wajah Mr. Darcy, yang ternyata rumah tersebut adalah milik Mr. Darcy, ia pun panik dan takut bila tertangkap Darcy yang berada di rumahnya, akan tetapi pelayan tersebut mengatakan bahwa Mr. Darcy tidak ada di rumah dan biasanya baru pulang 2 hari lagi, selanjutnya Lizzie juga terkejut ketika pelayan tersebut mengatakan bahwa Mr. Darcy adalah seorang yang sangat baik dan dermawan, ia sering memberikan bantuan kepada orang miskin dan memperlakukan pelayan di rumahnya dengan sangat baik, Lizzie pun merasa bersalah untuk yang kedua kalinya.
Karena terlalu asyik menikmati tour, Lizzie akhirnya tersesat di rumah yang sangat besar itu, ia pun sampai di tempat yang seharusnya tidak untuk pengunjung dan mendengar suara piano yang indah dari sebuah ruanga, dan terlihat seorang gadis cantik sedang memainkan piano dengan indahnya, namun ia terperanjat ketika mengetahui bahwa ada lelaki yang memeluk gadis itu yang ternyata adalah Mr. Darcy, Lizzie pun segera lari dan keluar dari tempat itu, tanpa sengaja Mr. Darcy mengetahui hal itu dan mengejar Lizzie yang akhirnya mereka sedikit berbincang-bincang dengan canggungnya, dan menjelaskan bahwa Lizzie tidak tahu itu adalah rumah Darcy dan dibuka untuk umum, dan Darcy juga menjelaskan bahwa gadis itu adalah adiknya, Georgiana.
Setelah itu, Darcy menemui pama dan bibi Lizzie, ia mencoba untuk menjadi seseorang yang ramah, yang tentu saja membuat Lizzie heran, dari situlah mereka kembali dekat dan Lizzie mengakui kesalahannya.
Akan tetapi masalah tidak berhenti begitu saja, suatu hari Lizzie mendapat surat dari Jane yang mengatakan bahwa adiknya telah dibawa kabur oleh Wickham, Darcy yang mendengar hal itu pun segera pergi entah kemana, meninggalkan Lizzie bersama dengan Bibi dan Pamannya, Lizzie pun merasa malu pada Darcy atas semua masalah yang terjadi, atas prasangkanya, atas kelakuan ibunya, dan juga atas kasus diculiknya adiknya itu sehingga ia berpikir bahwa Darcy meninggalkannya karena semua masalah tersebut. Hari demi hari keluarga mereka menunggu kepastian dari ayah mereka yang sedang menyusul Lidia, hinga beberapa minggu kemudian ayah mereka kembali dan mengatakan Lidia dan Wickham telah menikah dengan jaminan 1.000 pound per tahun, yang tentu saja membuat heran dengan syarat uang yang tidak begitu banyak tersebut. Namun akhirnya terkuaklah jika semua yang berada dibalik penyelamatan Lidia adalah Mr. Darcy yang membayar dan mengurus pernikahan mereka, termasuk Wickham yang meminta uang 30.000 pound kepada Darcy, yang langsung dikabulkan begitu saja. Lizzie yang mendengar hal ini pun menjadi sangat malu dan tidak tahu bagaimana harus membayar kembali semua itu.
Keesokan harinya, secara tidak disangka, Mr. Bingley bersama dengan Mr. Darcy mendatangi rumah keluarga Benneth dan melamar Jane, hari itu menjadi hari yang sangat membahagiakan karena Jane juga mengiyakan lamaran Mr. Bingey.
Pada malam harinya, Lady Catherine de Bourgh mendatangi rumah Lizzie yang dengan terang-terangan memintanya untuk menjauhi Darcy dan tidak mendekatinya lagi karena Darcy sudah dijodohkan sejak kecil dengan Anne de Bourgh, yang notabenya adalah putri dari Lady Catherine yang cantik tapi sering sakit-sakitan. Akan tetapi Lizzie menolak dengan tegas permintaan dari Lady Catherine. Keesokan harinya di pagi buta, Lizzie keluar dari rumahnya untuk berjalan-jalan di tengah kabut, dan dari kejauhan terlihat seorang lelaki yang juga berjalan kearahnya, Mr. Darcy. Darcy mengatakan bahwa ia langsung pergi ke rumah Lizzie setelah mengetahui bahwa bibinya menemui Lizzie semalam, dan setelah ia mendengar dari Lady de Bourgh tentang jawaban yang diberikan oleh Lizzie. Sementara itu Lizzie meminta penjelasan tentang Darcy yang berada dibalik penyelamatan Lidia, ia malu atas semua hal yang terjadi di keluarganya, dan Darcy mengatakan bahwa ia melakukan semua itu karena ia mencintai Lizzie.
Di pagi harinya, Mr. Darcy pergi menemui Mr. Benneth untuk melamar Lizzie dan semua anggota keluarganya termasuk ayahnya terheran-heran karena mereka selama ini berfikir bila Lizzie sangat membeci Mr. Darcy, Ketika Lizzie mengatakan bahwa selama ini ia telah salah sangka, dan bahwa Mr. Darcy yang menyelamatkan Lidia, dan juga pengakuan Lizzie bahwa ia sangat mencintai Darcy membuat ayahnya begitu bahagia dan terharu melihat putri kesayangannya yang selama ini keras kepala bisa mencintai seseorang, dan akhirnya cerita ini pun menjadi happy ending.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar